Untuk Para Importir, Jangan Lakukan 10 Kesalahan Ini!

kesalahan importir dalam bisnis import

Dalam bisnis import, seorang importir dituntut untuk bisa selalu memiliki produk terupdate dengan modal sekecil-kecilnya. Hal ini diperlukan agar bisnis import mereka senantiasa memiliki pasar yang bagus dan punya nilai lebih di mata konsumennya. Dengan potensi keuntungan yang sangat menggiurkan, tentu akan sangat menarik jika seorang importir bisa menarik banyak konsumen ke tokonya.

Walaupun punya prospek keuntungan yang menarik, sayangnya banyak importir yang melakukan salah langkah dalam menjalankan bisnisnya. Akibatnya, bukannya dapat cuan berlimpah, malah kerugian yang didapat. Bukan hanya soal uang, tetapi juga kerugian waktu yang bisa diterima.

Agar Anda tidak melakukan kesalahan yang sama, berikut ini Wilopo Cargo berikan daftar kesalahan umum yang sebaiknya dihindari importir dalam menjalankan bisnis import barang dari China.

Kesalahan Importir

1. Terlalu Terfokus Pada Supplier dengan Harga Termurah

Bisa mendapat supplier dengan harga yang sangat murah memang menyenangkan. Sayangnya, harga murah belum tentu menjamin kualitas. Hal ini yang kadang tidak bergitu dipedulikan oleh para importir bahkan pebisnis lain pada umumnya. Mereka sering hanya terfokus pada keuntungan sebesar-besarnya tanpa memperhatikan kualitas barang yang didatangkan.

Di satu sisi, hanya fokus pada harga termurah bisa disebut sebagai berjudi dengan nama baik bisnis import Anda. Jika beruntung mendapat barang murah berkualitas baik, maka nama baik bisnis akan terjaga. Tapi jika yang terjadi adalah sebaliknya, nama bisnis Anda tentu akan jadi taruhannya.

Sebagai pebisnis import, tentu Anda tidak mau ingin dicap sebagai penjual barang berkualitas rendah. Ingat, konsumen makin hari semakin sadar kalau harga barang tidak menjamin kualitas. Mereka cenderung mencari harga yang lebih masuk akal dengan berharap bisa mendapat kualitas baik dengan pelayanan yang prima.

2. Hanya Mengejar Trend yang Cepat Hilang

Beberapa tahun lalu, ada sebuah trend yang tiba-tiba muncul di Indonesia. Yaitu ramainya pembelian fidget spinner yang sudah bagaikan kacang goreng. Mulai dari anak-anak sampai orang tua seakan terhipnotis dengan mainan simple yang konon katanya bisa menghilangkan stres ini.

Namun, apa fenomena itu bertahan sampai sekarang? Sama sekali tidak. Trend itu hanya terjadi selama beberapa bulan dan setelah itu menghilang begitu saja. Ketika trend itu hilang, ada begitu banyak importir yang mengalami rugi karena telat mengambil momentum ataupun gagal mendapat pasar karena ketatnya persaingan.

Stok fidget spinner mereka menumpuk dan akhirnya terpaksa dijual murah untuk menutupi kerugian. Menjalankan bisnis import dengan memanfaatkan trend memang tidak salah. Namun, harus melalui riset dan pertimbangan matang agar tetap bisa mengambil momentum trend itu.

3. Salah Pilih Supplier

Salah satu hal terpenting dalam menjalani bisnis import adalah mencari supplier yang tepat. Karena begitu pentingnya peran mereka, Anda para importir mesti berhati-hati memilih mereka. Jangan sampai mendapatkan supplier yang buruk karena kualitas mereka akan sangat menentukan jalannya bisnis Anda.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah dengan memastikan validitas supplier dengan mencari informasi kontak mereka. Cara lainnya adalah dengan mengetahui level mereka di situs ecommerce China. Cari juga review dari supplier itu kepada konsumen mereka.

4. Terlalu Percaya Pada Supplier

Jangan memberikan semua kepercayaan kepada supplier. Anda para importir harus tetap melakukan kontrol kepada supplier agar kualitas bisnis import tidak terganggu ketika mereka melakukan kesalahan. Selain itu, jangan lakukan kerjasama pribadi tanpa adanya surat perjanjian yang jelas.

Sebagai contoh, Anda memiliki supplier di salah satu ecommerce China yang sudah bekerjasama dalam waktu tertentu dan hasilnya baik. Tapi ketika Anda melakukan kerjasama langsung, ternyata mereka sering melanggar perjanjian karena menganggap tidak ada pihak ketiga yang mengawasi mereka.

Usahakan jangan hanya mengandalkan satu supplier, cari juga supplier lain dengan kemampuan sama agar Anda bisa pinya opsi lain ketika supplier utama tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

5. Tidak Bisa Bernegosiasi

Hal ini penting bagi seorang importir yang memutuskan untuk tidak mencari supplier di situs ecommerce China. Di mana Anda langsung memesan dari pihak produsen untuk bisa mendapat barang yang diinginkan.

Sayangnya, cara ini juga punya risiko tersendiri. Karena Anda mesti bernegosiasi dengan pihak supplier. Masalah bisa terjadi jika Anda tidak bisa bernegosiasi dengan mereka. Akibatnya, bukannya dapat harga termurah, malah jadi mahal karena negosiasi gagal ini.

6. Tidak Memperhatikan Hari Besar di China

Pada periode tertentu, semua perusahaan dan pabrik-pabrik yang ada di China akan tutup. Kenapa begitu? Karena di China akan ada perayaan penting seperti Tahun Baru China yang akan membuat banyak supplier tutup. Jika Anda memesan pada periode itu, para supplier kemungkinan besar akan mengabaikannya.

Karena itu, diperlukan perhatian yang besar terhadap hal seperti ini. Lakukan perencanaan sejak jauh-jauh hari sebelum masa libur tersebut. Jika melakukan ini, Anda sudah memiliki stok cukup ketika hari penting ini datang. Di samping itu, Anda juga lebih siap menyambut periode liburan untuk mencari konsumen.

7. Langsung Memesan dalam Partai Besar

Jika pernah mendengar pernyataan “Coba Aja Dulu”, itu cukup berhubungan dengan model kesalahan yang satu ini. Tapi, coba dulunya tidak secara asal-asalan. Salah satunya dengan langsung memesan dalam partai besar tanpa melakukan percobaan dulu untuk sampel dalam jumlah kecil.

Sampel inilah yang akan dijadikan sebagai bahan penilaian seorang importir dalam mengukur kualitas produk serta pelayanan dari supplier tersebut. Padahal membeli langsung dalam jumlah besar tanpa percobaan itu ibarat sebuah perjudian besar. Jika kualitasnya bagus, maka bisnis import Anda akan untung. Sebaliknya, jika kualitas yang didapatkan buruk, kerugian besarlah yang akan diterima.

8. Tidak Melakukan Pengecekan Kualitas

Dalam sebuah bisnis, ada dua aspek penting yang selalu menjadi penilaian dari para customer. Pertama adalah harga, kedua adalah kualitas. Kualitas sendiri bisa berhubungan dengan pelayanan dan produk.

Kalau bicara tentang produk, tentunya semua pelanggan ingin mendapatkan barang kualitas terbaik. Untuk menjamin kualitas ini, diperlukan quality control yang baik agar kualitas produk yang disediakan senantiasa selalu dalam kondisi terbaik.

Jangan sampai karena kurangnya pengawasan, Anda malah mengirim barang yang rusak kepada pelanggan. Kalau sudah begini, ujung-ujungnya adalah nama baik dari bisnis import Anda yang dipertaruhkan.

9. Tidak Punya Ciri Khas

Maksudnya adalah Anda tidak punya pakem yang jelas terhadap barang-barang yang ingin dijual. Ada kalanya, ketika ingin menjalankan usaha, Anda mesti memiliki fokus terhadap satu jenis produk. Sebagai contoh, Anda ingin menjual produk rumah tangga, maka fokuslah terhadap produk-produk itu.

Menyasar pasar yang besar memang lumrah dilakukan oleh setiap pengusaha. Tapi, bukan berarti Anda bisa masuk ke berbagai jenis pasar atau jenis produk secara asal-asalan. Jangan sampai Anda bingung mengatur bisnis import sendiri karena kesalahan ini.

10. Merasa Besar

Ketika bisnis sudah besar, jangan sekali-sekali merasa tinggi dengan hanya mau menerima pesanan dalam jumlah besar atau hanya mau bekerjasama dengan konsumen besar. Seperti kita ketahui, rezeki bisa datang dari mana saja. Jangan pilih-pilih konsumen hanya berdasarkan kecil dan besarnya mereka.

Itu baru soal konsumen, belum dalam hal mencari supplier. Jangan hanya terfokus pada supplier yang punya nama besar. Ingat, penilaian terhadap supplier bukanlah berdasarkan nama, tapi berdasarkan kualitas pelayanan yang akan diberikan.

Jangan Lakukan Kesalahan-Kesalahan di Atas

Menjadi seorang importir sukses memang butuh perjuangan. Terkadang kita bisa melakukan kesalahan-kesalahan tertentu yang bisa membuat bisnis import terguncang. Tapi, jadikan itu sebagai sebuah pembelajaran agar bisnis bisa terus diperbaiki dan berkembang sebagaimana keinginan Anda.

Untuk membantu bisnis import Anda semakin berkembang. Wilopo Cargo siap membantu semua mitra dalam menjalankan bisnis import barang dari China ke Indonesia. Kami menyediakan layanan Jasa Import dan Jasa Belanja yang bisa dimanfaatkan oleh Anda yang ingin berbisnis import secara mudah dan murah.